Adapunpenjelasan dari kedua jenis meniskus adalah sebagai berikut: 1. Meniskus Cekung. Meniskus cekung merupakan meniskus yang mempunyai bentuk permukaan zat cair yang cekung. Contoh meniskus cekung adalah seperti permukaan air pada pipa kapiler. Penyebab kecekungan ini adalah gaya kohesi yang lebih kecil daripada gaya adhesi. Sebatangpembuluh kaca (pipa kapiler) yang terbuka kedua ujungnya dimasukkan ke dalam bejana berisi air. Sebuah ujungnya berada di atas air, sedang ujungnya yang lain berada dalam air. Skala keasaman dan kebasaan ditunjukkan oleh besar-kecilnya nilai pH yang skalanya dari 0 sampai dengan 14. Semakin kecil nilai pH maka senyawa tersebut KAPILARITASDAN VISKOSITAS. Dalam dokumen FISIKA. Modul Fluida Statis (Halaman 28-48) Dari gambar diatas (Gambar 3.1), Mari kita amati serangga, nyamuk, silet, dan uang logam yang terapung di atas air yang kita buat terapung di permukaan air sebagai benda yang mengalami tegangan permukaan.Tegangan permukaan disebabkan oleh interaksi molekul Permukaanmerkuri dalam bejana turun atau lebih rendah dari permukaan merkuri dalam bejana. Gejala-gejala ini disebut gejala kapiler. Oleh karena itu, air yang "tipis" memiliki viskositas yang lebih rendah, sedangkan madu yang "kental" memiliki viskositas yang lebih tinggi. Penerapan hukum Pascal ditunjukkan pada gambar berikut 2 Meniskus Cembung, yaitu keadaan permukaan zat cair di dalam bejana yang ampak melengkung ke atas (cembung). Hal ini dikarenakan gaya kohesi lebih kuat dari pada gaya adhesi. Contoh: Bentuk permukaan raksa di dalam gelas kaca. Gambar permukaan air dan raksa di dalam gelas kaca Vay Tiền Online Chuyển Khoản Ngay. BerandaPada bejana U terdapat air dan minyak yang ditunju...PertanyaanPada bejana U terdapat air dan minyak yang ditunjukan oleh gambar. Jika massa jenis air 1 g/cm 3 maka massa jenis minyak adalah .... g/cm 3 .Pada bejana U terdapat air dan minyak yang ditunjukan oleh gambar. Jika massa jenis air 1 g/cm3 maka massa jenis minyak adalah .... g/cm3. 1,671,60,750,60,4EDE. DwihermiatiMaster TeacherMahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan IndonesiaPembahasanPerdalam pemahamanmu bersama Master Teacher di sesi Live Teaching, GRATIS!883Yuk, beri rating untuk berterima kasih pada penjawab soal!©2023 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia Gaya kohesi adalah gaya tarik-menarik antara partikel-partikel yang sejenis. Gaya adhesi adalah gaya tarik-menarik antara partikel-partikel yang berbeda sejenis. Gaya adhesi dan kohesi dapat menyebabkan beberapa bentuk permukaan zat cair berbeda-beda. Ada yang berbentuk cembung dan ada yang berbentuk cekung, atau yang disebut dengan meniskus. Meniskus merupakan peristiwa mencekung atau mencembungnya permukaan suatu zat cair di dalam suatu wadah atau bejana sempit. Pada gambar a terjadi antara partikel air dan partikel kaca maka adhesi lebih besar daripada kohesi sehingga permukaan air akan berbentuk cekung dan membentuk meniskus cekung. Peristiwa meniskus cekung ini terjadi apabila gaya kohesi lebih kecil daripada gaya adhesinya. JawabanAir yang diletakkan dalam bejana akan membentuk meniskus cekung, hal ini terjadi karena kohesi air lebih kecil dari pada adhesi. Opsi cPenjelasanMeniskus Meniskus adalah batas permukaan zat cair, zat cair yang yang berada dalam suatu bejana akan membentuk meniskus cekung atau meniskus cembung Terjadi apabila Gaya tarik menarik antar partikel yang sejenis kohesi yang lebih besar dari pada Gaya tarik menarik antar partikel yang tidak sejenis adhesi.Meniskus cekung terjadi apabila Gaya tarik menarik antar partikel yang tidak sejenis Adhesi lebih besar dari pada Gaya tarik menarik antar partikel yang sejenis kohesi.Pelajari Lebih Lanjut Materi Pada Materi Tentang meniskus air dan raksa BelajarBersamaBrainy Selamat pagi kawan sekitar fisika, pada kesempatan kali ini, mimin akan menjelaskan tentang pengertian menisku, jenis dan contoh meniskus. Tanpa perlu berlama-lama, mari kita lihat penjelasannya di bawah ini Pengertian Meniskus Meniskus merupakan peristiwa melengkungnya permukaan zat cair karena pengaruh gaya adhesi dan kohesi. Ketika zat berada dalam tabung atau celah yang sempit. Adhesi sendiri adalah gaya tarik-menarik antara partikel-partikel yang tidak sejenis. Gaya adhesi akan mengakibatkan dua zat akan saling melekat jika dicampurkan. Contohnya adalah bercampurnya air dengan teh/kopi, melekatnya air pada pipa kapiler, melekatnya tinta pada kertas, dan lain-lain. Sementara kohesi adalah gaya tarik-menarik antara partikel-partikel yang sejenis. Gaya kohesi mengakibatkan dua zat bila dicampurkan tidak akan saling melekat. Kohesi antara lain dipengaruhi oleh kerapatan dan jarak antarpartikel dalam zat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa gaya kohesi zat padat lebih besar dibandingkan dengan zat cair dan gas. Contoh dari peristiwa kohesi antara lain tidak bercampurnya air dengan minyak, tidak melekatnya raksa pada dinding pipa kapiler, air pada daun talas, dan lain sebagainya. Jenis Meniskus Meniskus terbagi menjadi dua jenis, yaitu meniskus cembung dan meniskus cekung. Adapun penjelasan dari kedua jenis meniskus adalah sebagai berikut 1. Meniskus Cekung Meniskus cekung merupakan meniskus yang mempunyai bentuk permukaan zat cair yang cekung. Contoh meniskus cekung adalah seperti permukaan air pada pipa kapiler. Penyebab kecekungan ini adalah gaya kohesi yang lebih kecil daripada gaya adhesi. Akibat lainnya yaitu zat dapat membasahi dinding wadahnya dan tetesan airnya tidak membentuk bangun seperti bola. Adapun bentuk dari meniskus cekung bisa dilihat pada gambar 1. Gambar 1. Meniskus Cekung 2. Meniskus Cembung Meniskus cembung merupakan meniskus yang mempunyai bentuk permukaan zat cair dalam bejana yang berbentuk cembung. Contoh meniskus cembung adalah seperti permukaan air raksa pada pipa kapiler. Penyebab kecembungan ini adalah gaya kohesi yang lebih besar daripada gaya adhesi. Akibat lainnya yaitu zat tidak dapat membasahi wadahnya dan tetesan membentuk bangun seperti bola. Adapun bentuk dari meniskus cembung bisa dilihat pada gambar 2. Gambar 2. Meniskus Cembung Itu tadi sedikit artikel tentang pengertian meniskus, jenis dan contoh meniskus. Semoga dapat bermanfaat. Sekian dan sampai jumpa pada artikel selanjutnya. Terimakasih atas kunjuangannya dan jangan lupa untuk di share. Sumber Widyastuti, Rinadari. 2017. Zat, Wujud, dan Peubahannya. Yogyakarta Penerbit Istana Media. Meniskus adalah sifat fisik zat dalam wujud cair berupa penampakan kelengkungan yang terjadi dan ada pada permukaan zat cair ketika zat berada dalam tabung atau celah yang sempit. Kapilaritas adalah fenomena naik atau turunnya permukaan zat cair dalam suatu pipa kapiler pipa dengan luas penampang yang sempit. contoh cairan tinta yang tumpah dapat diserap oleh kapur tulis atau kertas isap. Tegangan permukaan Tegangan permukaan γ dalam larutan sabun didefinisikan sebagai perbandingan antara gaya tegangan permukaan F dan panjang permukaan d dimana gaya itu bekerja. Secara matematis dapat ditulis γ = F/d. Tegangan permukaan suatu cairan berhubungan dengan garis gaya tegang yang dimiliki permukaan cairan tersebut. Pada gambar di atas terlihat molekul A di dalam cairan mengalami gaya kohesi dengan molekul-molekul di sekitarnya dari segala arah, sehingga molekul ini berada pada keseimbangan resultan gaya nol. Namun, molekul B di permukaan tidak demikian. Molekul ini hanya mengalami kohesi dari partikel di bawah dan di sampingnya saja. Resultan gaya ke bawah akan membuat permukaan cairan sekecil-kecilnya. Akibatnya, permukaan cairan menegang seperti selaput yang tipis. Raksa dituangkan ke dalam suatu tabung kaca dan air pada tabung kaca lainnya, kemudian akan didapatkan bentuk kedua permukaan seperti yang digambarkan di bawah ini. Gambar sebelah kiri adalah air yang membasahi dinding kaca, sedangkan gambar sebelah kanan adalah air raksa yang tidak membasahi dinding kaca. Jika pada lengkungan air dan raksa ditarik garis lurus, maka garis itu akan membentuk sudut Ө terhadap dinding vertikal tabung kaca. Sudut Ө tersebut dinamakan sudut kontak. Sudut kontak adalah sudut yang dibentuk antara permukaan zat cair dengan permukaan dinding pada titik persentuhan zat cair dengan dinding. Peristiwa tersebut terjadi akibat adanya gaya kohesi lebih besar daripada gaya adhesi antara partikel air dengan partikel kaca FK. Sehingga resultan kedua gaya tersebut arahnya keluar. Agar tercapai keadaan yang seimbang, permukaan air yang menempel pada dinding kaca harus melengkung ke atas. Kelengkungan permukaan suatu zat cair di dalam tabung disebut meniskus. Karena bentuknya cekung maka meniskus air dalam bejana kaca dinamakan meniskus cekung. Besar sudut kontak untuk meniskus cekung lebih kecil dari 90o Sedangkan, kelengkungan permukaan raksa dalam tabung merupakan gaya kohesi antara partikel-partikel raksa. Gaya kohesi FA lebih kecil daripada gaya adhesi antara partikel raksa dengan partikel kaca Fk, sehingga resultan kedua gaya mengarah ke dalam. Agar tercapai keseimbangan, maka permukaan raksa yang menempel pada dinding kaca harus tegak lurus terhadap gaya resultan FR. Akibatnya, permukaan kaca melengkung kebawah dan disebut sebagai meniskus cembung yang sudutnya lebih besar dari 90o. Apabila jari-jari tabung r, massa jenis zat cair 𝜌, besarnya sudut kontak Ө, tegangan permukaan γ, kenaikan zat cair setinggi y, dan permukaan zat cair bersentuhan dengan tabung sepanjang keliling lingkaran, maka besarnya gaya ke atas adalah hasil kali komponen-komponen tegangan permukaan yang vertikal dengan keliling dalam tabung. Secara matematis dituliskan Haryadi, 2006 156 Karena Dengan menyamakan gaya ke atas dan ke bawah maka diperoleh Keterangan y = naik/turunnya zat cair dalam kapiler m γ = tegangan permukaan N/m Ө = sudut kontak derajat ρ = massa jenis zat cair kg/m3 r= jari-jari pipa m

meniskus air dalam bejana ditunjukkan oleh gambar