Siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Dia akan ganti dengan yang lebih baik. Siapa yang meninggalkan budaya dan tradisi syirik, maka Allah akan menggantikannya dengan beribadah pada Allah semata. Shalatnya untuk Allah, sembelihan tumbalnya untuk Allah, dan sedekahnya jadinya untuk Allah. Siapa yang meninggalkan ibadah yang tidak
Tidak seorangpun dari makhluk Allah SWT yang berhak untuk memaksa Allah SWT untuk melaksanakan atau meninggalkan sesuatu. Karena Allah SWT adalah Dzat yang Maha Memaksa dan Maha Kuasa, tidak bisa dipaksa atau dikuasai. Sedangkan usaha dan doa manusia hanya sekedar perantara untuk mengharap belas kasih Allah SWT dalam mengabulkan apa yang
Yang demikian disebabkan karena mereka bertanya tentang sesuatu yang tidak diharamkan hanya karena ingin memperdalam pengetahuan atau membebani diri, dsb. Hal ini adalah haram. Imam Ibnu Rajab berkata, “Hadits-hadits ini menunjukkan larangan bertanya tentang hal yang tidak dibutuhkannya…juga menunjukkan larangan bertanya dengan maksud ta
Artinya: "(Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat". Mengenai ayat tersebut, Syekh Muhammad bin Shalih Asy-Syawi berpendapat dalam tafsirnya An-Nafahat Al-Makiyyah, bahwa orang yang takut kepada Rabb yang Maha Pemurah maksudnya adalah takut kepada-Nya karena mengenal Rabbnya dengan mengharap rahmat
Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu.” (QS. Saba’: 20-21) Ragu-ragu adalah perkara hati, karena semuanya kembali kepada keputusan hati dalam menetapkan suatu urusan itu untuk dijalankan atau tidak dijalankan. Terkait dengan itu lebih lanjut ada hadis lain yang berasal dari Abu Muhammad, Al Hasan bin ‘Ali bin Abu Thalib, telah berkata :
Vay Tiền Nhanh Ggads.
meninggalkan sesuatu karena allah