Mengembangkanrasa cinta tanah air dan bangsa. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika; Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa. Sila 3 Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa. 4. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia. 5. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. 6. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika. 7. Mengembangkanrasa kebanggaan berkebangsaan serta bertanah air Indonesia. Contoh Penerapan : Menjaga sumber daya yang ada serta kelestarian bumi yang ada di Indonesia. 5. Menjunjung tinggi rasa cinta kepada tanah air dan bangsa. Contoh Penerapan : Lebih memilah dan setia menggunakan produk hasil dalam negeridibandingkan produk buatan dari luar. 6. 2 Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan Vay Tiền Trả Góp 24 Tháng. Salah satu perwujudan nilai persatuan adalah mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia. Rasa kebanggaan ini dapat ditunjukkan dengan beragam cara. Tuliskan dua contoh tindakan yang menunjukkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia yang dapat Anda lakukan dalam kehidupan sehari-hari serta berikan alasannya. JawabContoh 1 Menggunakan dan mempromosikan produk lokal IndonesiaAlasanDalam kehidupan sehari-hari, saya dapat menunjukkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia dengan memilih dan menggunakan produk lokal Indonesia. Saya dapat membeli makanan, minuman, pakaian, atau produk-produk lain yang diproduksi di dalam negeri. Selain itu, saya juga dapat mempromosikan produk-produk ini kepada keluarga, teman, dan orang-orang di sekitar saya. Dengan memilih produk lokal, saya memberikan dukungan langsung kepada produsen dalam negeri, membantu menggerakkan perekonomian lokal, dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia. Hal ini juga menunjukkan bahwa saya bangga dengan produk-produk yang dihasilkan oleh bangsa 2 Berpartisipasi dalam kegiatan sosial atau budaya IndonesiaAlasanSaya juga dapat menunjukkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia dengan aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial atau budaya yang diadakan di Indonesia. Misalnya, saya dapat menghadiri acara peringatan hari kemerdekaan Indonesia, festival budaya, atau kegiatan amal yang ditujukan untuk membantu masyarakat Indonesia yang membutuhkan. Selain itu, saya juga dapat belajar dan memperdalam pengetahuan saya tentang seni, budaya, dan sejarah Indonesia. Dengan terlibat dalam kegiatan-kegiatan ini, saya tidak hanya menunjukkan rasa bangga saya terhadap kekayaan budaya Indonesia, tetapi juga memberikan kontribusi positif kepada masyarakat Indonesia dan turut melestarikan warisan budaya kita yang lupa komentar & sarannyaEmail nanangnurulhidayat terus OK! 😁 News Sila ketiga Pancasila bisa diterapkan di lingkungan sendiri. Pebriansyah Ariefana Senin, 20 Desember 2021 1638 WIB Twibbon Hari Kesaktian Pancasila 2021. - Bunyi sila ke-3 Pancasila dengan isi "Persatuan Indonesia" mempunyai makna mendalam. Sila ketiga Pancasila bisa diterapkan di lingkungan sendiri. Seperti dikutip dari laman BPIP, sebagaimana bunyinya, Sila ke-3 yaitu “Persatuan Indonesia”, merupakan landasan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Sila ke-3 memuat 7 butir pengamalan, yakni sebagai berikut 1. Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan 2. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan Baca JugaNilai-nilai Pancasila, Lengkap dengan Fungsinya Sebagai Lambang Negara Indonesia 3. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa 4. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia 5. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial 6. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika 7. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa Baca JugaMengenal Lambang Sila ke-4 Pancasila dan Maknanya Contoh penerapan Pancasila di lingkungan sosial dan keluarga Mengembangkan perilaku hormat kepada anggota keluarga yang lebih tua dan menghargai anggota keluarga yang lebih mudaMembantu berbagai kegiatan dalam keluargaMengutamakan kepentingan bersama daripada kepentingan peribadiSelalu menjaga kerukunan dengan sesama anggota keluargaBegitulah penjelasan tentang makna sila ke-3 Pancasila. Berita Terkait Pancasila memberikan warna dan corak Indonesia sebagai sebuah bangsa. bisnis 1926 WIB Walau kewenangan menentukan cawapres berada ditangan Megawati Soekarnoputri Ketua Umum PDI Perjuangan, tetap akan bermuara ditangan Ganjar Pranowo. serang 1821 WIB Hal itu disampaikan Megawati dalam pidatonya di penutupan Rakernas ke-III PDIP di Sekolah Partai DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan Jaksel pada Kamis 8/6/2023. news 2258 WIB Studi SMRC menemukan ideologi Anies tidak sejalan dengan pemilih. metro 2131 WIB Baik Ganjar maupun Prabowo dianggap memiliki ideologi yang sama dengan pemilih. news 1452 WIB News Terkini Arena petualang ini terasa seru karena interaktif dan membuat berdebar. Lifestyle 1639 WIB Forpi Kota Yogyakarta meminta Satpol PP menertibkan pengamen. News 1505 WIB Dinkes Sleman gelar skrining pemeriksaan tuberkulosis News 1404 WIB program SIKAT TB, dihadirkan pula aplikasi dalam upaya pendataan kasus yang ada. News 1245 WIB Gamis merupakan salah satu item fashion yang selalu digunakan oleh para wanita Muslimah. Lifestyle 1043 WIB Wakil Ketua LPSK, Antonius PS Wibowo menerangkan ada 15 korban tindak pidana kekerasan seksual yang mengajukan restitusi. News 0856 WIB Pengamatan kuku kaki hewan kurban cukup penting dilakukan. News 2055 WIB selama ini perdagangan antarnegara ASEAN seringkali terkendala standar produk di masing-masing negara yang berbeda aturannya. News 1740 WIB gelaran pernikahan di Gembira Loka Zoo viral di media sosial News 1559 WIB LPSK ajukan ganti rugi ke Kejaksaan terkait kasus Mario Dandy Satriyo News 1408 WIB Bripka Andry membongkar kelakuan busuk mantan atasannya saat di Polda Riau. News 1335 WIB UGM juga berencana membentuk Future of Life sebagai komitmen untuk pengembangan IKN. News 1255 WIB Wakil Ketua 3 Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, Rahmat Muhajir, mereka siap mengajukan PTUN atas keputusan MK. News 2105 WIB Suyana menghimbau, masyarakat tidak mencuci isi perut atau jeroan hewan kurban di sungai. News 2100 WIB Menurut Octo, keberadaan jaringan hidran kampung ini sangat efektif untuk menangani kebakaran. News 2025 WIB Tampilkan lebih banyak - Isi Pancasila terdiri dari 5 sila yang memiliki bunyi dan makna mendalam sebagai dasar negara Indonesia serta terpatri dalam lambang Burung Garuda dengan falsafah Bhinneka Tunggal Ika. Sila 1-5 mengandung butir-butir pengamalan Pancasila yang sebaiknya diterapkan oleh setiap warga negara dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa pekan sebelum proklamasi, tepatnya dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, Sukarno memperkenalkan 5 sila. “Sekarang, banyaknya prinsip kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya,” kata Bung Karno. “Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa, namanya ialah Pancasila. Sila artinya asas atau dasar, dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal, dan abadi,” lanjut sosok yang nantinya menjadi Presiden RI pertama ini, dikutip dari Risalah BPUPKI 1995 terbitan Sekretariat Negara RI. Istilah Pancasila terdiri dari dua kata yang berasal dari bahasa Sanskerta. Seperti kata Bung Karno, Panca berarti "lima" dan sila bermakna "prinsip" atau "asas". Maka, Pancasila bisa dimaknai sebagai rumusan dan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Lambang dan Makna Pancasila Pancasila dilambangkan dengan Garuda, jenis burung yang dikenal melalui mitologi kuno dalam sejarah Nusantara. Garuda digunakan sebagai Lambang Negara untuk menggambarkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan negara yang kuat. Burung Garuda Pancasila memiliki bulu dengan warna emas yang melambangkan keagungan dan kejayaan. Dinukil dari Spiritualisme Pancasila 2018 karya Fokky Fuad Wasitaatmadja, adapun paruh, sayap, ekor, dan cakar Burung Garuda Pancasila bisa dimaknai sebagai simbol kekuatan dan tenaga pembangunan. Jumlah bulu Burung Garuda Pancasila melambangkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 atau 17-8-1945. Bulu di setiap sayap berjumlah 17, bulu pada ekor ada 8, jumlah bulu di bawah perisai/pangkal ekor ada 19, dan jumlah bulu pada leher ada 45. Burung Garuda Pancasila mencengkeram sebuah gulungan bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika yang secara umum bisa dimaknai sebagai “Berbeda-beda tetapi tetap satu.” Sementara di dada Burung Garuda Pancasila terdapat perisai yang mereprensentasikan 5 sila. Baca juga Sejarah Hari Kesaktian Pancasila Hanya untuk Pahlawan Revolusi? Petisi 50 Menggugat Soeharto yang Menyalahgunakan Pancasila Sejarah Garuda Pancasila Lambang Negara yang Diabadikan Lewat Lagu Isi Pancasila dan Simbolnya Adapun isi atau bunyi 5 sila dalam Pancasila dan masing-masing lambang atau simbolnya adalah sebagai berikut Ketuhanan yang Maha Esa; dilambangkan dengan bintang. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab; dilambangkan dengan rantai. Persatuan Indonesia; dilambangkan dengan pohon beringin. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan; dilambangkan dengan kepala banteng. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia; dilambangkan dengan padi dan kapas. Butir-Butir Pengamalan Pancasila Sila ke-1 “Ketuhanan Yang Maha Esa” Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain. “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab" Sila ke-2 Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. Berani membela kebenaran dan keadilan. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain. “Persatuan Indonesia" Sila ke-3 Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa. “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan” Sila ke-4 Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan. “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” Sila ke-5 Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong-royongan. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. Menghormati hak orang lain. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum. Suka bekerja keras. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial. - Sosial Budaya Penulis Iswara N RadityaEditor Agung DH Assalammualaikum Saya Destiana Putri nim 21066 dari tingkat 1B hi everyone ini tulisan kedua saya, kali ini saya akan menjelaskan sila ke-3 butir ke-4. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan ber-Tanah Air Indonesia merupakan bunyi dari butir Pancasila ke-4, pengamalan dalam butir Pancasila ke-4 dimana tentang sesuatu yang dimiliki Indonesia seperti keragaman suku,budaya dan agama. Nilai-Nilai yang terkandung dalam sila persatuan Indonesia adalah usaha ke arah bersatu untuk membina nasionalisme dalam negara Indonesia, cinta tanah air. Pentingnya dalam negara kita untuk mengetahui dan mengamalkan Pancasila agar kita tau cara berperilaku dan bersikap dengan benar. Yang dimaksud butir Pancasila ke-4 yaitu tentang rasa bangga kita terhadap negara kita, menjunjung tinggi rasa cinta tanah air dan bangsa, contohnya mengetahui tradisi setiap daerah, belajar tentang kesenian seperti tarian daerah, seni rupa seperti batik, lalu cara mengembangkannya dengan cara mengikuti lomba-lomba dari tingkat nasional hingga internasional agar dilihat oleh negara lain dan disukai hingga mereka bisa tertarik dan mempelajarinya. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan ber-Tanah Air dapat menumbuhkan rasa nasionalisme yaitu seperti cinta tanah air, rela berkorban, dan membela negara. Menjunjung tinggi rasa cinta kepada tanah air dan bangsa seperti lebih memilah dan setia menggunakan produk hasil dalam negeri dibanding produk buatan dari luar. Jangan salah, produk asli Indonesia tidak kalah keren dengan buatan luar negeri, dengan bangga memakai produk buatan asli Indonesia, kita ikut memajukan perekonomian dan lebih menghargai produk buatan buatan negara sendiri. Dalam hal tidak menyebarkan ujaran kebencian atau berita hoaks itu juga termasuk Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan ber-Tanah Air, sebagai generasi muda yang lahir di era teknologi, kita Sebagai generasi muda yang lahir di era teknologi, kita pasti akrab dengan internet. Namun internet layaknya pedang bermata dua. Di satu sisi bisa memberikan dampak yang positif, namun di sisi lainnya bisa jadi bencana jika dipakai dengan cara yang salah. Nah, internet bisa jadi sarana untuk menyalurkan rasa cinta kepada Indonesia lho. Contohnya dengan tidak melakukan ujaran kebencian atau menyebarkan berita hoaks Kamu harus cek dulu sumber beritanya sebelum posting ke akun sosial media, atau tidak menyebarkan ujaran kebencian yang menyinggung hal sensitif. Dengan meminimalisir berita hoaks dan ujaran kebencian, kamu akan lebih nyaman saat berselancar di dunia maya. Yuk jadi generasi muda yang cerdas saat menggunakan internet, supaya tidak hanya smartphone kamu yang pintar, tapi pemakainya juga. Butir-butir pancasila atau butir-butir pengamalan pancasila adalah uraian detail dari beberapa poin yang diturunkan dari substansi tiap sila dalam Pancasila, sebagai upaya melaksanakan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai pancasila perlu diamalkan karena Pancasila merupakan dasar negara dinyatakan secara jelas dalam Pembukaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 UUD 1945. Selain itu, kita sebagai rakyat Indonesia juga harus bisa memahami butir-butir Pancasila selain menghapal sila dalam pancasila. Butir-butir Pengamalan PancasilaButir-butir Pancasila Sila Pertama – Ketuhanan Yang Maha EsaButir-butir Pancasila Sila Kedua -Kemanusiaan yang Adil dan BeradabSila Ketiga – Persatuan IndonesiaSila Keempat Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan dan PerwakilanSila Kelima – Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Butir-butir Pengamalan Pancasila Butir-butir pengamalan pancasila pertama kali didasarkan dari Ketetapan MPR Kemudian, butir-butir pancasila tersebut mengalami penyesuaian kembali berdasarkan Ketetapan MPR no. I/MPR/2003. Berikut ini adalah butir-butir pengamalan pancasila baik sila ke-1, 2, 3, 4, dan 5 Butir-butir Pancasila Sila Pertama – Ketuhanan Yang Maha Esa Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan sikap hormat menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain. Butir-butir Pancasila Sila Kedua -Kemanusiaan yang Adil dan Beradab Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sikap saling mencintai sesama sikap saling tenggang rasa dan tepa sikap tidak semena-mena terhadap orang tinggi nilai-nilai melakukan kegiatan membela kebenaran dan Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat sikap hormat menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain. Sila Ketiga – Persatuan Indonesia Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila rasa cinta kepada tanah air dan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa. Sila Keempat Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan dan Perwakilan Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang boleh memaksakan kehendak kepada orang musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan. Sila Kelima – Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan sikap adil terhadap keseimbangan antara hak dan hak orang memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan bekerja menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial. Demikian adalah penjelasan lengkap dari butir-butir pancasila mulai dari sila ke-1, 2, 3, 4, dan 5, yang menjadi dasar dalam pengamalan nilai pancasila ke dalam kehidupan bernegara. Referensi Wikipedia – Pancasila

mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air indonesia