Dilansirdari Cleverism, riset audiens adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kemampuan presentasi. Sebelum presentasi, cari tahu siapa saja audiensmu, apakah orang-orang IT, marketing, atau para investor. Dengan begitu, kamu dapat mengembangkan pesan dari presentasi yang sesuai dengan audiens. 2. Pelajari gaya orang lain
Presentasibersifat Persuasif. Tujuan presentasi ini disamping harus memberikan informasi pembicara harus memberikan penjelasan dan meyakinkan pendengar sehingga mereka mau bertindak seperti yang dinginkan. Contoh : Presentasi penjualan, Pengajuan usul dan Permintaan.
Masalahkonsentrasi: Sangat sulit bagi pendengar untuk berkonsentrasi penuh selama lebih dari 2 jam. Apalagi bila mereka merasa bahwa pembicaraan Anda tidak menarik, tidak bermanfaat, dan tidak berminat. Umumnya seseorang dapat berkonsentrasi penuh pada 20 menit di awal pembicaraan, setelah itu konsentrasi akan menurun sedikit demi sedikit.
Gunakankartu penyajian Anda dengan sebaik-baiknya, tetapi Anda harus memberikan perhatian yang merata kepada pendengar. Sajikanlah presentasi yang hidup, antusias, bersahabat dan dengan sikap yang tulus Anda harus berusaha menjadi diri Anda sendiri, jangan meniru gaya orang lain.
Setelahmembuat naskah dengan rumusan tersebut, selanjutnya Anda perlu memikirkan situasi saat berbicara nantinya, karena hal ini dapat mempengaruhi analisis Anda terhadap naskah yang telah dibuat. Sama seperti cuaca dapat berubah dari hari ke hari, begitu juga situasi berbicara dapat berubah untuk pembicara atau audiens.
Vay Nhanh Fast Money. Aspek utama yang sering terlewat oleh pembicara dalam presentasi adalah audiens. Mengenal audiens presentasi sama pentingnya dengan menyiapkan materi dan mendesain slide. Jika Anda sebagai pembicara meremehkan siapa audiens yang hadir, maka presentasi tidak dinyatakan pentingnya materi, audiens tetap memainkan peranan yang lebih penting. Sebab, merekalah yang akan mendengarkan pemaparan materi dan menghidupkan suasana manfaat mengenal audiens presentasi yang perlu Anda ketahui Membangun komunikasi yang lebih baik dengan audiens. Jika sudah mengetahui informasi yang cukup mengenai peserta yang hadir, pasti Anda menemukan cara terbaik untuk berkomunikasi dengan mereka. Alhasil, Anda sebagai pembicara akan terhubung dengan audiens lebih intens;Membantu memenuhi ekspektasi audiens. Dalam presentasi, peserta yang rela hadir pasti memiliki harapan untuk mendapatkan ilmu maupun informasi yang berguna bagi mereka. Dengan mengenal audiens, Anda bisa terbantu untuk menjawab apa yang mereka harapkan;Menyajikan presentasi yang terbaik. Mengenal audiens sama saja dengan mengenal medan yang Anda hadapi ketika menyajikan materi. Jika sudah mengetahui, maka Anda bisa menyusun hal yang perlu ditampilkan dan hal yang sensitif jika diangkat ke depan yang Perlu Dianalisis untuk Mengenal Audiens PresentasiCara untuk mengenal audiens adalah dengan menganalisis beberapa aspek yang dianggap penting. Aspek tersebut meliputi psikologis, demografis dan kontekstual. Penjelasan selengkapnya ada di bawah iniAspek PsikologisAspek psikologis merujuk pada faktor-faktor yang memiliki pengaruh terhadap jati diri seorang individu. Jenis aspek ini sangat berkaitan dengan kemauan maupun perasaan seseorang yang perlu digali secara langsung agar dapat menganalisis aspek psikologis untuk mengenal audiens presentasi adalah memahami apa yang dirasakan, diyakini dan diinginkan oleh mereka. Hal yang perlu dianalisis meliputiMasalah yang sedang dihadapi audiens;Tingkat pengetahuan audiens mengenai materi presentasi;Alasan mereka datang untuk mendengarkan materi yang akan Anda bawa;Ekspektasi audiens terhadap presentasi DemografisSelanjutnya, aspek demografis memiliki keterkaitan dengan latar belakang audiens. Hal ini penting diketahui agar Anda mengenal seluk beluk para peserta yang rela meluangkan waktu untuk mendengarkan yang perlu digali berdasarkan aspek demografis antara lainDaerah asal audiens;Jenis pekerjaan yang digeluti;Riwayat pendidikan, sebisa mungkin dari awal hingga terakhir atau cukup pendidikan terakhir saja;Agama, suku dan ras audiens;Tingkat strata sosial yang audiens pegang;Jabatan yang dimiliki di perusahaan, organisasi maupun instansi yang mereka KontekstualMengenal audiens presentasi dapat juga dilakukan dengan menganalisis aspek kontekstual. Disebut dengan kontekstual karena berhubungan dengan situasi yang akan Anda hadapi selama presentasi yang wajib diperhatikan antara lainLokasi presentasi berlangsung;Kondisi ruangan yang dipakai untuk presentasi;Sifat kehadiran para audiens, apakah memang diwajibkan untuk datang atau sukarela karena tertarik dengan topik presentasi;Durasi presentasi yang dialokasikan;Kelengkapan media presentasi dan peralatan penunjang Melakukan Analisis untuk Mengenal Audiens PresentasiSetelah mengetahui aspek yang perlu diperhatikan, sekarang saatnya Anda mempelajari cara menganalisis yang tepat. Secara umum, terdapat 3 cara yang meliputi wawancara dengan panitia, wawancara dengan audiens dan pengamatan bisa memilih salah satu metode yang paling tepat maupun mengkombinasikan lebih dari satu metode untuk memperoleh hasil yang akurat. Agar mendapatkan pemahaman yang pasti, simak penjelasan di bawah iniWawancara dengan Panitia PresentasiSebelum melakukan analisis, Anda perlu mengumpulkan data terlebih dahulu. Wawancara merupakan pilihan terbaik untuk mendapatkan data yang banyak dan mendalam. Sebab, Anda dapat memilih siapa yang akan dijadikan narasumber yang dinilai Anda diundang sebagai pembicara oleh suatu perusahaan, instansi sekolah maupun organisasi tertentu, manfaatkanlah panitia sebagai sumber informasi utama. Luangkan waktu jauh sebelum hari H untuk menghubungi salah satu dari untuk melakukan wawancara secara tatap muka agar obrolan mengalir dengan mudah dan lebih banyak informasi yang dapat digali. Namun, wawancara via telepon merupakan alternatif terbaik jika berhalangan untuk wawancara dengan panitia, tanyakan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan aspek kontekstual dan demografis. Sebab, pertanyaan dari kedua aspek tersebut memuat informasi umum yang dapat digali dari orang Langsung dengan AudiensCara mengenal audiens presentasi juga dapat dilakukan dengan mewawancarai audiens secara langsung. Tidak perlu semuanya, Anda cukup memilih beberapa orang sebagai sampel sehingga menghemat waktu serta dahulu, mintalah izin kepada pihak penyelenggara acara untuk menunjukkan bahwa Anda memiliki etika. Wawancara langsung dengan audiens sangat penting untuk menggali informasi pribadi yang tidak bisa Anda peroleh dari wawancara dengan yang perlu diajukan yakni seputar hal yang berkaitan dengan aspek psikologis. Menanyakan hal seputar aspek demografis juga tidak masalah untuk mengkonfirmasi data yang Anda dapat dari pihak ketiga. Beberapa pertanyaan dalam aspek demografis juga cocok sebagai pertanyaan pembuka, selingan atau penutup. Usahakan untuk tidak terlalu lama saat mewawancarai mereka. Siasati dengan membawa daftar pertanyaan agar proses wawancara tidak keluar topik dan memenuhi MandiriMetode yang ketiga yakni pengamatan mandiri. Mengenali audiens melalui pengamatan mandiri merupakan ide bagus jika Anda tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan wawancara. Pengamatan bisa dilakukan dengan membaca informasi tentang pihak yang mengadakan orang yang hadir biasanya berhubungan dengan instansi, perusahaan atau organisasi yang mengundang Anda sebagai penyaji materi. Selain itu, pahami juga tema presentasi dan kaitkan dengan kesan apa yang ingin Anda ciptakan lewat presentasi cara untuk mengenal audiens presentasi merupakan tahap persiapan yang berpengaruh pada keberhasilan presentasi secara menyeluruh. Dengan melakukan analisis, Anda menjadi mampu mengantisipasi kebutuhan dan pola pikir audiens. Persiapan pun jelas lebih matang.
Di zaman serba modern ini, tidak dapat dipungkiri bahwa hampir semua konten materi sudah dapat diakses secara online. Termasuk konten presentasi. Lalu pertanyaannya, mengapa sesi presentasi itu masih dianggap penting atau krusial untuk dilakukan? Berdasarkan cermatan DoctorSlide dari berbagai sesi presentasi, diperoleh kesimpulan sebagai berikut1. Sesi Presentasi Memudahkan Kita Membangun KepercayaanTentunya dengan sesi presentasi, kita dapat dengan mudah membangun rasa kepercayaan dengan para audience. Hal ini dapat dilakukan dengan cara sikap kita memberikan materi presentasi bermutu yang didesain secara professional dan juga dilengkapi dengan fakta-fakta Membangkitkan Rasa KetertarikanSelain membangun rasa kepercayaan, kita juga memiliki kesempatan yang luas di saat sesi presentasi untuk menimbulkan rasa ketertarikan. Caranya dengan menyisipkan manfaat-manfaat atau kegunaan nyata dari produk/jasa/ide Anda ke dalam slide presentasi. Jangan lupa, testimonial dapat menjadi jurus ampuh untuk membangkitkan rasa ketertarikan terhadap ide besar presentasi Memudahkan Interaksi LangsungSesi presentasi yang tentunya mengutamakan verbal dan komunikasi bahasa tubuh sungguh memudahkan orang-orang untuk berinteraksi langsung. Hal ini juga memudahkan bagi para audience untuk mengemukakan apa yang ada di dalam pikirannya secara instan, tanpa hambatan. Tentunya interaksi ini berbuah positif karena membentuk suatu pola diskusi dua arah yang kritis. Kesempatan interaksi langsung ini akan sulit diperoleh apabila Anda hanya menyebarkan konten presentasi dalam bentuk PDF via email Lebih FokusDengan sesi presentasi, dipastikan segenap audience Anda dapat fokus ke konten dan diri Anda sebagai presenter. Distraction seperti telepon genggam dapat diminimalisir dengan memberikan himbauan sebelum sesi presentasi dimulai bahwa setiap audience diminta untuk mematikan segala bentuk komunikasi agar dapat presentasi sungguh merupakan momen yang tepat bagi Anda untuk mencapai tujuan yang Anda inginkan. Sempurnakan dengan konten dan desain presentasi yang bagus agar semakin menangkap perhatian audience. Jangan sungkan untuk menghubungi DoctorSlide untuk bantuan desain presentasi Anda menyukai artikel kami, bantu kami untuk menyebarluaskan pengetahuan ini via jejaring sosial Facebook, Twitter, Google+, dan LinkedIn thanks a bunch and have a nice day!
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. presentasi adalah hal yang paling umum yang pastinya sering dilakukan setiap orang, tujuannya adalah untuk menjelaskan topik sesuai tema yang dibawakan agar tersampaikan kepada pendengar, akan tetapi kita sering merasa bosan ketika sedang mendengarkan seseorag yang sedaang berbicara ketika tidak semua orang ketika sedang presentasi itu tersampaikan dengan jelas kepada pendengar , adapula yang cara menyampaikannya terlalu cepat, bertele tele, pemborosan kata, serta artikulasi dan intonasi yang tidak didepan umum itu tidak mudah seperti yang kita bayangkan , pastinya ada trik dan cara agar bisa tersampaikan dengan jelas,berikut beberapa tips Ketika Berbicara Saat Presentasi Tidak Membuat Pendengar Merasa vokal mulut,intonasi dan artikulasi kata dengan metode membaca buku,membaca buku selain menambah wawasan dan pengetahuan, dari membaca buku juga bisa membantu untuk melatih vokal mulut,intonasi dan artikulasi kata agar jelas ketika kita membawa materi saat presentasi Tetapi harus membaca dengan suara yang lantang agar melatih power topic yang menarik Topic yang menarik Bukan hanya menarik saja tetapi juga terupdate dengan pembahasan kekinian hal ini akan membuat pendengar tidak bosan dengan apa yang kita bicarakan atau presentasikan. bertele-tele saat menjelaskanDalam hal ini ketika kita menjelaskan sebuah materi saat melakukan presentasi Dan itu sangat bertele-tele otomatis bagi pendengar ini sangat membosankan maka dari itu wajib kita memahami betul materinya dan menjelesakan lebih singkat,padat dan jelas saat presentasi. Sekian dari beberapa tips di atas semoga bermanfaat untuk kita semua dan selamat mencoba Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Baca Juga Mau Sidang Skripsi dan Bingung Buat Presentasinya? Lihat berbagai template presentasi siap pakai untuk Skripsi, Tesis atau Disertasi Anda. Siapa saja audiens Anda? Presentasi dibuat untuk ditampilkan di hadapan audiens. Audiens yang tertentu. Mereka spesifik dan berbeda-beda pada setiap presentasi. Mengenali siapa audiens Anda – yaitu orang-orang yang akan datang untuk melihat dan mendengarkan Anda – akan membantu kita memahami bagaimana mereka mencerna informasi, dan apa yang ingin mereka dengar dari sebuah presentasi. Keuntungannya? Anda bisa melakukan penyesuaian agar presentasi Anda mampu mempengaruhi audiens dengan efektif. Jika kita melihat 3 komponen yang saling terkait dalam sebuah presentasi, salah satu kunci penting presentasi adalah audiens. Anda tampil memberikan presentasi dan menciptakan sebuah proses komunikasi, adalah untuk mereka. Mengenal Audiens Sangat Penting Tak kenal maka tak sayang, kata orang. Bagaimana memahami dan memberikan apa yang audiens inginkan jika Anda tak mengenal siapa mereka? Ketika Anda tidak tahu sudut pandang apa yang mereka gunakan ketika mendengarkan Anda, proses komunikasi tidak akan terjalin. Anda kesulitan untuk menyambungkan diri dengan mereka, dan mereka kesulitan untuk memahami Anda. Ini berujung pada frustrasi Anda frustrasi karena tidak bisa membuat mereka mengerti, dan mereka pun frustrasi karena kesulitan memahami Anda. Sebaliknya jika Anda mengenal audiens dengan baik. Presentasi yang Anda bawakan menjadi mudah, karena Anda tahu betul apa yang mereka inginkan. Anda dapat menentukan mana informasi yang harus disampaikan dan mana yang tidak perlu. Meyakinkan audiens pun menjadi jauh lebih mudah, karena Anda mengerti faktor apa yang mempengaruhi mereka dalam mengambil tindakan. Mengenal audiens bukan sebatas mengetahui bahwa mereka adalah atasan Anda, rekan kerja, mahasiswa, atau masyarakat umum. Mengenal audiens mencakup mengenal nama, posisi mereka dalam organisasi, keputusan apa yang biasa mereka ambil, dan apa yang mereka butuhkan dari presentasi Anda. Tak kalah penting, mengapa mereka datang untuk menyaksikan presentasi Anda. Kenali audiens. Inilah yang membedakan seorang presenter hebat dari sekumpulan para pelaku presentasi yang biasa saja. Seorang presenter hebat akan terlebih dahulu berusaha mengenali kepada siapa mereka berbicara, kemudian menyesuaikan isi pembicaraan agar relevan dan efektif. Para presenter biasa tidak merasa penting untuk mencari tahu siapa audiensnya. Mereka hanya akan memberikan presentasi yang sama kepada berbagai audiens yang berbeda. Setiap komunikasi bersifat unik. Komunikasi sangat tergantung kepada siapa Anda menyampaikannya dan dalam situasi bagaimana komunikasi itu disampaikan. Presentasi, adalah sebuah komunikasi. Siapa Audiens Presentasi Anda? Sebelum mulai mempersiapkan presentasi, cari tahu siapa saja yang akan hadir dalam presentasi Anda. Semakin lengkap informasi yang Anda punya, Anda akan semakin siap berlaga di medan pertempuran presentasi. Dalam The Art of War, Sun Tzu mengatakan, “Siapa yang mengenal pihak lawan dan mengenal dirinya sendiri, tidak akan terkalahkan dalam seratus pertempuran. Siapa yang tidak mengenal pihak lawan namun mengenal dirinya sendiri, punya peluang seimbang untuk menang atau kalah. Siapa yang tidak mengenal pihak lawan dan tidak mengenal dirinya sendiri, akan kalah dalam setiap pertempuran.” Singkatnya, Sun Tzu mengatakan “Yang mengenali dirinya, mengenali lawannya dan mengenali medan tempurnya, akan memenangkan setiap pertempuran.” Sebuah presentasi adalah medan tempur komunikasi. Anda ingin pesan yang Anda sampaikan diterima sebaik mungkin oleh audiens. Karena itu, kenali kekuatan diri Anda sebagai presenter, kenali lawan Anda audiens serta apa yang mereka harapkan, dan kenali medan pertempuran media komunikasi, tempat presentasi, dan pendekatan khusus yang mungkin Anda perlukan. Maka Anda akan memenangkan setiap presentasi. Apa Saja Yang Perlu Anda Ketahui Dari Audiens? Berikut beberapa hal yang perlu Anda ketahui dari audiens Siapa nama audiens yang akan hadir? Apa posisi mereka dalam organisasi? Apa latar belakang pendidikan, atau pekerjaan mereka? Sejauh mana tingkat pengetahuan mereka terhadap topik yang akan Anda sampaikan? Bagaimana gaya belajar mereka? Apa yang mereka suka untuk didengar, dan apa yang tidak mereka suka? Apa tujuan mereka mendengarkan presentasi Anda? Mengapa mereka perlu mendengarkan Anda? Jadi jangan pernah lupa setiap kali hendak mempersiapkan presentasi, kenali dulu kepada siapa Anda akan menyampaikannya. Dengan demikian Anda bisa menyesuaikan komunikasi yang paling tepat buat mereka.. Download Buku “Presentasi Memukau” Buku yang akan membantu Anda menguasai keterampilan penting dalam menyusun, mendesain dan membawakan presentasi dengan efektif dan memukau. GRATIS!
Saat mempersiapkan presentasi, Anda sebagai seorang pembicara harus mempertimbangkan satu aspek terpenting. Yaitu audiens Anda. Karena itu, Anda perlu melakukan analisis audiens. Di bidang presentasi, analisis audiens adalah istilah yang umum. Analisis audiens sama pentingnya dalam presentasi apa pun juga. Jika Anda tidak memiliki cukup pengetahuan tentang audiens Anda, maka Anda tidak akan pernah bisa memiliki presentasi yang sukses. Audiens adalah dasar dari setiap presentasi. Karena itu, sangat penting untuk mengetahui dan mempelajari audiens Anda sebelum Anda berdiri di podium presentasi Anda. Anda tidak dapat membuat orang lain terkesan dengan presentasi Anda, jika Anda tidak mempelajarinya dengan baik, bukan ? Nah, berikut ini adalah 3 hal mengenai pentingnya analisis audiens yang tepat, yaitu untuk Komunikasi yang lebih baik. Setelah Anda mengenal audiens Anda dengan benar, maka Anda akan dapat berkomunikasi dengan cara yang lebih baik. Jika Anda memiliki forum audiens remaja, Anda harus berhubungan dengan mereka agar presentasi Anda lebih menarik. Aspek yang sama berlaku untuk kelompok usia lain yang lebih baik. Anda tidak bisa sembarangan mempersiapkan presentasi Anda. Anda harus memiliki pengetahuan tentang sifat audiens Anda. Dan, jika Anda memiliki analisis audiens yang tepat, maka akan lebih membantu saat mempersiapkan presentasi Anda, karena kekurangan yang ada dapat diketahui lebih audiensAnda dengan lebih baik. Dalam sesi presentasi, Anda perlu memahami“Harapan Audiens”. Jika Anda tidak dapat memenuhi harapan audiens, maka keseluruhan sesi presentasi Anda akan gagal. Semakin baik Anda memahami tujuan dan perhatian audiens, semakin besar kemungkinan Anda akan mencapai tujuan dan hasil yang Anda inginkan. Dan, semakin mampu Anda mengukur keberhasilan itu. Untuk menggali informasi tentang audiens Anda, ada 7 pertanyaan yang dapat Anda ajukan. Mari kita bahas satu per satu. Pertanyaan Audiens 1 Siapa Mereka ? Terhubung dengan audiens Anda berarti memahami mereka pada tingkat profesional dan pribadi, yang meliputi Ketahui nama, peran, jabatan, tanggung jawab, dan hari-hari kegiatan kerja demografi dasar seperti rasio jenis kelamin, usia jangkauan, tingkat pendidikan, dan pengalaman tahu akankah pembuat keputusan ada di ruangan itu ? Apakah individu itu memiliki kewenangan untuk membeli solusi Anda atau menyetujui usul Anda ?Luangkan waktu untuk mencari informasi pribadi. Apa minat dan hobi khusus mereka? Pertanyaan Audiens 2 Apa harapan mereka dan mengapa mereka ada di tempat presentasi untuk mendengar Anda memberikan presentasi ? Mengapa audiens Anda datang untuk mendengarkan presentasi Anda ? Temukan apa harapan mereka. Apakah mereka mencari solusi untuk memecahkan masalah mereka ? Pertanyaan Audiens 3 Apa masalah dan tantangan utama mereka ? Temukan apa yang menyebabkan mereka sakit kepala dan frustrasi. Identifikasi masalah yang menyebabkan keuangan mereka mengalami kerugian, kepuasan pelanggan menurun, moral rendah, dan/atau inefisiensi operasional. Apa yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan tantangan yang dihadapinya ? Tunjukkan kepada audiens bahwa Anda memahami situasi mereka dan Anda memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah mereka. Pertanyaan Audiens 4 Bagaimana pesan Anda dapat menyelesaikan masalah mereka ? Nyatakan dengan percaya diri bagaimana audiens mendapat manfaat dari presentasi Anda. Sekarang Anda sudah tahu tantangan utama audiens Anda, pastikan Anda dapat menunjukkan kepada mereka bagaimana produk atau ide Anda dapat menyelesaikan masalah mereka dan membuat hidup mereka menjadi lebih mudah. Ungkapkan dengan jelas bagaimana solusi Anda akan membantu mereka. Jangan berharap audiens mengetahui manfaatnya untuk diri mereka sendiri terlepas dari seberapa jelas keuntungannya menurut Anda. Pertanyaan Audiens 5 Kesan apa yang ingin Anda buat ? Apa yang Anda ingin audiens lakukan setelah mendengar presentasi Anda ? Apa ajakan yang Anda ingin audiens lakukan ? Apa yang Anda inginkan dari audiens Anda setelah presentasi Anda ? Kesan apa yang Anda inginkan untuk Anda buat kepada audien Anda ? Anda ingin ide Anda disetujui oleh manajemen ? Atau Anda ingin audiens membeli produk atau solusi Anda ? Artikulasikan dengan jelas dalam sebuah kalimat. Pertanyaan Audiens 6 Seberapa banyak yang sudah diketahui audiens Anda ? Apakah ada kesalahpahaman yang perlu diperbaiki ? Pastikan untuk mencari tahu seberapa banyak mereka tahu tentang topik Anda, sehingga Anda dapat menyesuaikan presentasi Anda. Jumlah detail dan tipe konten yang Anda sertakan dalam presentasi Anda harus bergantung pada tingkat pengetahuan dan peran audiens Anda. Pertanyaan Audiens 7 Apa tipe kepribadian mereka? Apa kepribadian pembuat keputusan dari audiens Anda ? Apakah mereka pemikir yang berorientasi pada detail yang ingin mendengar tentang proses dan logika Anda ? Atau seorang chief executive officer CEO yang serba cepat dan berpikir cepat yang ingin mendengar pesan utama Anda dalam 5 menit pertama ? Eksekutif yang serba cepat tentu memerlukan informasi yang berbeda dari seorang insinyur, ilmuwan dan ahli teknologi yang berpikiran kualitas. Presentasi Anda perlu mengakomodir perbedaan ini. Demikianlah, 7 pertanyaan penting yang perlu Anda ketahui untuk memahami tentang audiens Anda. Mengantisipasi kebutuhan dan perhatian audiens Anda akan membantu Anda menyesuaikan pola pikir Anda saat Anda mempersiapkan dan melaksanakan presentasi Anda. Gunakan pepatah lama tentang menempatkan diri Anda pada posisi audiens Anda. Tempatkan diri Anda di dalam kebutuhan mereka. Bayangkan diri Anda sebagai audiens yang duduk untuk menyaksikan apa yang Anda katakan. Sharing knowledge for a better presentation/communication. Erry Ricardo Nurzal You're Reading a Free Preview Pages 6 to 12 are not shown in this preview. Jenis Fonem Jenis fonem yang dibicarakan di atas vokal dan konsonan dapat dibayangkan sebagai atau dikaitkan dengan segmen-segmen yang membentuk arus ujaran. Kata bintang , misalnya, dilihat sebagai sesuatu yang dibentuk oleh enam segmen — /b/, /i/, /n/, /t/, /a/, /ŋ/. Satuan bunyi fungsional tidak hanya berupa fonem-fonem segmental. Jika dalam fonetik telah diperkenalkan adanya unsur-unsur suprasegmental, dalam fonologi juga dikenal adanya jenis fonem suprasegmental. Dalam bahasa Batak Toba kata /itəm/ berarti 'pewarna hitam', sedangkan /itɔm/ dengan tekanan pada suku kedua berarti 'saudaramu'. Terlihat bahasa yang membedakan kedua kata itu adalah letak tekanannya, sehingga dapat dikatakan bahwa tekanan bersifat fungsional. Lain lagi yang diperlihatkan dalam contoh bahasa Inggris berikut. Di sini perubahan letak tekanan tidak mengubah makna leksikal kata, tetapi mengubah jenis katanya. Kata benda Kata kerja import impor’ Seringkali pembicara terlalu yakin bahwa apa yang dibicarakan sebegitu pentingnya sehingga lupa memperhatikan siapa pendengarnya, bagaimana latar belakang kehidupan mereka, serta bagaimana situasi yang ada pada waktu presentasi oralnya berlangsung. Karena kealpaannya memperhatikan hal-hal tersebut maksudnya tidak tercapai, tujuannya tidak mengenai sasarannya. Sebab itu pertama-tama sebelum mulai berbicara, atau bila perlu jauh sebelumnya, ia sudah harus menganalisa situasi yang mungkin ada pada waktu akan dilangsungkan presentasi oralnya, bagaimana keadaan di tempat itu dan bagaimana keadaan sekitar pendengar-pendengarnya. Dalam menganalisa situasi ini, akan muncul persoalan-persoalan berikut Apa maksud hadirin semua berkumpul untuk mendengarkan uraian itu? Apakah pembicara menghadapi anggota-anggota perkumpulannya atau suatu massa yang berkumpul dengan maksud tertentu? Atau apakah mereka berkumpul itu secara kebetulan saja? Pertanyaan kedua adalah adat kebiasaan atau tata-cara mana yang mengikat mereka? Apakah mereka senang dan berani mengajukan pertanyaan? Apakah mereka senang pembicaraan yang formal dan informal? Apakah ada acara-acara yang mendahului atau mengikuti pembicaraan itu? Bilamana berlangsung pembicaraan itu pagi, siang, malam, sesudah atau sebelum perjamuan? Kalau ada acara lain yang mendahului pembicaraan itu, acara mana yang lebih menarik perhatian? Semua unsur situasi itu dapat dipergunakan dalam pembicaraan, dan pasti mempunyai daya tarik tersendiri untuk memikat para pendengar. Di mana pembicaraan itu akan dilangsungkan? Di alam terbuka atau dalam sebuah gedung? Apakah pada saat itu hujan, mendung, atau panas terik? Hadirin duduk atau berdiri? Apakah suara pembicara dapat didengar dengan baik atau tidak dalam ruang atau gedung itu? Mengapa? Bila pembicara berusaha sungguh-sungguh untuk menjawab semua pertanyaan di atas, maka ia sungguh-sungguh telah berusaha untuk menganalisa situasi yang mungkin ada pada waktu pembicaraan akan berlangsung. Jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tadi akan memberi suatu jalan keluar untuk menyiapkan cara-cara bagaimana ia harus menyesuaikan dirinya dalam membawakan uraiannya, dan memberi jalan untuk menentukan sikap mana yang harus diambil dalam menghadapi para hadirin. Baca Buku Komposisi Gorys Keraf 6. Tanda-tanda Koreksi Sebelum menyerahkan naskah kepada dosen atau penerbit, setiap naskah harus dibaca kembali untuk mengetahui apakah tidak terdapat kesalahan dalam soal ejaan , tatabahasa atau pengetikan. Untuk tidak membuang waktu, maka cukuplah kalau diadakan koreksi langsung pada bagian-bagian yang salah tersebut. Bila terdapat terlalu banyak salah pengetikan dan sebagainya, maka lebih baik halaman tersebut diketik kembali. Untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan itu, lazim dipergunakan tanda-tanda koreksi tertentu, sehingga antara penulis dan dosen, atau antara penulis dan penerbit, terjalin pengertian yang baik tentang apa yang dimaksud dengan tanda koreksi itu. Tanda-tanda koreksi itu dapat ditempatkan langsung dalam teks atau pada pinggir naskah sejajar dengan baris yang bersangkutan. Tiap tanda perbaikan dalam baris tersebut kalau ada lebih dari satu perbaikan pada satu baris harus ditempatkan berturut-turut pada bagian pinggir kertas; bila perlu tiap-tiapnya dipis 2. Bagian Pelengkap Pendahuluan Bagian pelengkap pendahuluan atau disebut juga halaman-halaman pendahuluan sama sekali tidak menyangkut isi karangan. Tetapi bagian ini harus disiapkan sebagai bahan informasi bagi para pembaca dan sekaligus berfungsi menampilkan karangan itu dalam bentuk yang kelihatan lebih menarik. Biasanya bagian pelengkap pendahuluan dinomori dengan mempergunakan angka Romawi. Bagian pelengkap pendahuluan biasanya terdiri dari judul pendahuluan, halaman pengesahan, halaman judul, halaman persembahan, kata pengantar, daftar isi, daftar gambar dan tabel, dan halaman penjelasan kalau ada. Bila karangan itu akan diterbitkan sebagai buku, maka bagian-bagian yang diperlukan sebagai persyaratan formal adalah judul pendahuluan, halaman belakang judul pendahuluan, halaman judul, halaman belakang judul, halaman persembahan dan halaman belakang persembahan kalau ada, kata pengantar, daftar isi, daftar gambar atau tabel serta halaman penjelasan atau keterangan kalau Gramatikal dan Tidak Gramatikal Tata bahasa atau gramatika setiap bahasa mencakup kaidah-kaidah sintaksis yang mencerminkan pengetahuan penutur bahasa atas fakta-fakta tersebut. Misalnya, setiap kalimat merupakan rangkaian kata, tetapi tidak semua rangkaian kata adalah kalimat. Penutur bahasa Indonesia, misalnya, akan mengetahui bahwa kalimat berikut, yang terdiri atas kata-kata yang memiliki makna, ternyata tidak bermakna. 6 *Kami penggaris toko kemarin di buku membeli Rangkaian kata yang mematuhi kaidah sintaksis disebut apik well-formed atau gramatikal. Sebaliknya, yang tidak mematuhi kaidah sintaksis disebut tidak apik ill-formed atau tidak gramatikal. Perhatikanlah rangkaian-rangkaian kata berikut ini. Kemudian tandailah bentuk-bentuk yang tidak gramatikal dengan tanda bintang * di depannya. 7 Kami bertemu 8 Kami mempertemukan. 9 Kami mempertemukan mereka. 10 Dia tidur. 11 Dia menidurkan. 12 Dia meniduri. 13 Dia menidurkan anaknya.
mengapa sebelum presentasi harus mengenal situasi dan pendengar