Namun kita memang seringkali merasa tertinggal hanya karena orang lain terlihat lebih berhasil. Perlu kamu ketahui bahwa ada 3 alasan penting mengapa kita merasa tertinggal dari orang lain. 1. Menghabiskan banyak waktu melihat pencapaian orang lain. Melihat pencapaian orang lain bisa menimbulkan hal positif dan juga negatif, tergantung Contents 1 Apa itu jalan tol?; 2 Apa itu marka jalan di Jalan Tol?; 3 Apa perbedaan jalan raya dan Jalan Tol?; 4 Mengapa jalan tol dengan medan menanjak yang cukup panjang ada rambu?; 5 Mengapa kita perlu mengetahui informasi jalan tol?; 6 Apa saja tujuan dibangunnya jalan tol sebutkan jawabanmu dengan tepat?; 7 Apa manfaat jalan tol brainly?; 8 Apa saja yang ada di jalan tol? Undangundang (UU) Nomor 38/2004 merupakan perubahan/penggantian terhadap UU Nomor 13/1980 yang telah berusia hampir seperempat abad. Sudah tidak sesuai lagi sebagai landasan hukum pengaturan Jalan. Berangkatdari pertanyaan pada judul diatas, kenapa harus jalan tol, apa manfaatnya dan kenapa jalan tol harus bayar?. Okay, satu persatu kita akan bahas jawabannya dibawah ini. Pertama, kenapa harus jalan Tol? dan apa manfaatnya? Jalan tol atau biasa disebut dengan jalan bebas hambatan, merupakan jalan khusus yang dibangun dengan desain kecepatan tinggi yaitu antara 60-120 km/jam. Pengemudiwajib mengetahui aturan mengenai waktu dan jarak tertentu untuk bisa berhenti di lajur Tol. "Di setiap area jalan tol juga sering diberikan imbauan mengenai 'Jaga Jarak Aman Kendaraan Anda' agar ketika mobil menginjak rem secara mendadak masih terdapat ruang untuk mengurangi kecepatan sampai mobil bisa berhenti dengan aman dan Vay Tiền Online Chuyển Khoản Ngay. Bandung - Pembangunan infrastruktur khususnya Jalan Tol terus menjadi prioritas Pemerintah dalam menghasilkan infrastruktur jalan bebas hambatan yang ekstensif sehingga nantinya dapat mendongkrak produktifitas melalui transformasi yang bersifat struktural. Secara spesifik, konektivitas Jalan Tol merupakan sebuah komponen penting dalam mendorong tranformasi ekonomi menuju ke sektor manufaktur dan jasa. Fokus utama dalam menghasilkan kebutuhan sasaran makro pembangunan di Indonesia periode tahun 2020-2024 yang mensyaratkan inflasi terkendali, pertumbuhan stabil dan peningkatan ekspor yang lebih besar dari kebutuhan impor bahan baku, semua itu sangat memerlukan dukungan konektivitas yang berdaya saing Demikian penjelasan tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol BPJT Kementerian PUPR Danang Parikesit saat mewakili Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjadi narasumber pada acara Seminar Nasional Oprimasi Sistem Transportasi Indonesia di Institut Teknologi Bandung, pada Minggu 2/2/20. Dikatakan Danang, dalam menyediakan konektivitas infrastruktur yang memberikan manfaat besar, Kementerian PUPR bersama dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Kominfo bertanggungjawab untuk menyediakan konektivitas baik yang sifatnya fisik seperti jalan, pelabuhan, jaringan KA dan Bandar udara, maupun konektivitas virtual seperti jaringan internet termasuk yang sifatnya pita lebar broadband. Fokus utama Kementerian PUPR, yaitu capaian sasaran utama pembangunan infrastruktur yang dapat diwujudkan dalam penurunan waktu tempuh jalan utama sebesar 2,2 jam untuk 100 KM. “Kita harus tetap percaya diri, bahwa kita mampu menjalankan tugas sesulit dan sekompleks apapun. Apabila kita mampu memiliki leadership yang kuat, didukung integritas tinggi dan “teamwork” yang baik, pasti semua tugas akan bisa kita laksanakan dengan baik. Pengetahuan dan teknologi terbaru bidang konstruksi bisa lebih mudah kita akses dibandingkan 10 atau 20 tahun yang lalu, dengan biaya yang rendah. Investasi di jalan tol juga dapat kita rancang sebaik mungkin agar lembaga pembiayaan dapat ikut berpartisipasi,” kata Danang. Dari target Renstra PUPR untuk pembangunan jalan tol sepanjang KM telah tercapai ± KM. Saat ini telah beroperasi ± KM jalan tol. Fokus terhadap target penyelesaian capaian program infrastruktur PUPR periode tahun 2020-2024 dengan menghasilkan sepanjang KM Jalan Tol. Danang menambahkan, membangun suatu infrastruktur jalan, tidak hanya sekedar mewujudkan sebuah asset, namun juga harus memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang berkelanjutan. Seperti yang dikatakan Presiden Jokowi saat menyampaikan pidato Visi Indonesia pada tanggal 14 Juli 2019 lalu, yang salah satunya menyatakan bahwa “….kita akan sambungkan infrastruktur besar dengan kawasan-kawasan produksi rakyat, dengan industri kecil, dengan Kawasan Ekonomi Khusus, dengan kawasan pariwisata, kawasan persawahan, kawasan perkebunan dan tambak-tambak perikanan” sebutnya. Wilayah Indonesia telah menghasilkan infrastruktur konektivitas yang memberikan manfaat besar bagi perekonomian nasional dan menstimulasi pembangunan daerah. Manfaat pembangunan infrastruktur jalan harus terfokus pada investasi, baik investasi Pemerintah maupun investasi swasta dalam proyek-proyek KPBU Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha seperti di Jalan Tol. Hasil kajian PROSPERA di tahun 2019 memperlihatkan bahwa transformasi ekonomi akibat jaringan jalan tol Trans Jawa mulai memberikan hasil. Seperti halnya daerah-daerah yang berada di koridor Jalan Tol Trans Jawa memperlihatkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan daerah lain. Tentu transformasi tersebut harus dilakukan secara terencana dan terstruktur dengan peran aktif dari Pemerintah Daerah. Daikatakan Danang, tidak boleh lagi ada program pembangunan yang tidak memiliki tema dan fokus yang jelas. Pertumbuhan usaha, peningkatan ekspor, pengembangan pariwisata adalah tiga fokus pertumbuhan ekonomi nasional. Indonesia tidak kalah dari bangsa-bangsa besar lain di dunia. Selain Cina dan Rusia, tidak banyak Negara yang memiliki jaringan se-ekstensif Indonesia, dengan berbagai tantangan yang di hadapi. “Kita semua dituntut untuk inovatif dan terus berupaya untuk meningkatkan daya saing bangsa. Kalau kita mau, pasti kita mampu. Kita bisa mencapai yang telah kita targetkan asalkan kita melakukannya dengan Bekerja Keras, Begerak Cepat, Bertindak Tepat ditambah dengan Akhlakul Karimah dan berjiwa seni sesuai dengan pedoman kerja di Kementerian PUPR,” tegasnya. Danang menambahkan, hingga saat ini bangsa Indonesia telah menghasilkan infrastruktur konektivitas yang memberikan manfaat besar bagi perekonomian nasional dan menstimulasi pembangunan daerah. selalulah berkerjasama baik sesama ahli teknik sipil, maupun dengan bidang ilmu lain supaya bisa saling melengkapi dan memberikan solusi dalam pembangunan dan pengoperasian infrastruktur. “Para insinyur Indonesia terus berkembang dengan penguasaan teknologi konstruksi dan operasi infrastruktur jalan yang semakin berkualitas. Kita semua harus berjalan secara tegak dan bangga bahwa karya bangsa Indonesia telah hadir di Negara kita tercinta. Saatnya sarjana teknik sipil Indonesia menjadi yang terdepan, membangun Indonesia Maju, dan menjadi penyedia solusi infrastruktur bagi saudara-saudara kita di Negara berkembang lain” tukas Danang. Apakah informasi di atas cukup membantu? Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Facebook Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Twitter kemenpu Instagram kemenpupr Youtube kemenpu SigapMembangunNegeri JAKARTA, – Jalan tol atau bebas hambatan di Indonesia bisa dibilang sudah cukup merata penyebarannya. Dahulu, jalan tol memang hanya bisa dilalui di sekitaran Jakarta, namun sekarang, kota-kota lain di luar Pulau Jawa pun memilikinya. Jalan tol identik dengan kecepatan, bahkan sebagian orang memacu kendaraannya di jalan tol. Namun sebenarnya, jalan tol bukan sekadar soal kecepatan, melainkan ada etika dan aturan yang harus dipahami oleh pengguna & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting Indonesia Jusri Pulubuhu mengatakan, para pengemudi harus memastikan dirinya paham bagaimana tata berperilaku di jalan tol. Baca juga Perbandingan Mesin Avanza dan Confero, Siapa Lebih Bertenaga? wikipedia Rambu batas kecepatan kendaraan. Misalnya seperti lajur paling kanan hanya untuk mendahului. Jadi mobil yang ada di lajur kanan, setelah mendahului kendaraan di depannya, harus kembali ke lajur kiri. Namun realitanya, masih ada saja pengemudi yang tetap di lajur kanan, padahal kecepatannya tidak juga soal batas kecepatan tertinggi dan terendah kendaraan di dalam tol. Biasanya jalan tol memiliki batas kecepatan tertinggi 80 kpj sampai 100 kpj, namun banyak yang tidak sadar akan kecepatan terendah kendaraan di tol yakni 60 kpj. “Mereka harus terbiasa dengan kecepatan tinggi. Karena kecepatan terlalu pelan di jalan tol, selain membahayakan diri sendiri, tetapi juga orang lain,” ucap Jusri kepada Kamis 5/8/2021. Baca juga Honda Resmi Luncurkan Civic Generasi Ke-11, Harga Mulai Rp 400 Jutaan Jusri mengatakan, kecepatan yang terlalu tinggi sudah pasti membahayakan. Hanya saja soal kecepatan terlalu rendah, masih ada yang belum sadar betapa bahayanya jika dilakukan di jalan tol, misalnya tabrak belakang. “Dia membahayakan orang dan bisa dikenakan sanksi karena memicu kecelakaan tersebut,” kata Jusri. Sekalipun tidak tertabrak, pengemudi yang lambat tersebut bisa membuat antrian panjang di belakangnya. Karena jika ada mobil di belakangnya, pasti mengurangi kecepatannya dan merembet sampai ke mobil di lainnya. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. JAKARTA - Investasi jalan tol di Indonesia dinilai masih sangat menarik bagi para investor. Ini fakta-fakta tentang investasi jalan tol di RI yang perlu diketahui. Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Kemen PUPR Herry Trisaputra Zuna mengatakan kebutuhan anggaran untuk pembangunan sektor infrastruktur dan perumahan dari tahun 2020 hingga 2024 mencapai triliun. Dia menuturkan anggaran tersebut terdiri dari SDA senilai Rp577 triliun, perumahan Rp780 triliun, cipta karya permukiman senilai Rp128 triliun, dan jalan dan jembatan Rp573 total kebutuhan anggaran infrastruktur senilai triliun tersebut hanya sebesar 30 persen atau sekitar Rp623 triliun dibiayai oleh pemerintah dan 70 persen atau triliun berasal dari pembiayaan swasta. "Prioritas kami untuk pembiayaan infrastruktur ini pada sektor privat," ujarnya dalam webinar Webinar Indonesia’s Toll Road Infrastructure Competitiveness In Global Prespective, Rabu 8/12/2021.Meski demikian, dia mengaku tantangan dalam pembangunan infrastruktur jalan di Indonesia. Pertama, adanya gap besar dalam pembiayaan infrastruktur antara pemerintah dengan swasta. Adapun, gap tersebut senilai Rp370 triliun dimana pembiayaan dari pemerintah senilai Rp203 triliun dengan kebutuhan anggaran Rp573 kedua yakni terjadi disparitas kemantapan jalan antara jalan nasional, provinsi, dan jalan daerah. Untuk jalan nasional sepanjang km memiliki kemantapan jalan 92 persen, jalan provinsi sepanjang km memiliki kemantapan jalan 74%, dan jalan daerah sepanjang km memiliki kemantapan jalan 81 persen."Ini tantangan bagaimana kita improve kondisi jalan ini agar memiliki kondisi kemantapan jalan yang sama," tahun 2019, Pemerintah telah membangun seluruh ruas tol utama Trans Jawa. Ditargetkan pada 2024, pemerintah dapat membangun seluruh ruas backbone Jalan Tol Trans Sumatera JTTS. Pada tahun berikutnya ditargetkan dapat membangun seluruh ruas tol Kalimantan, Sulawesi dan tak menampik harus kreatif dalam pembiayaan infrastruktur jalan tol. Adapun, skema pembiayaan yang dilakukan dengan cara inovasi pembiayaan infrastruktur dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha KPBU atau Public Private Partnership PPP.Kepala Badan Pengatur Jalan Tol BPJT Danang Parikesit menuturkan hingga akhir 2020, terdapat km jalan tol yang telah beroperasi dan dioperasikan oleh 40 perusahaan bisnis jalan tol. Menurutnya, Indonesia telah melalui berbagai tahapan dalam pembangunan jalan tol sehingga saat ini menjadi juara proyek PPP untuk ITRA telah berhasil mengelola ekspektasi publik kepentingan sektor swasta dan sektor swasta dan harus terus memainkan peran seperti itu. Untuk jalan tol, covid-19 bukan penyebab turunnya permintaan dan karenanya pendapatan, kebijakan pemerintah. Dia menilai, pemerintah perlu mengenali risiko baru dalam proyek jalan tol dan mengembangkannya strategi mitigasi dan adaptasi."Inovasi akan menjadi kata kunci keberlanjutan infrastruktur jalan tol bisnis, belajar adalah bagian dari kesuksesan," menilai pandemi Covid-19 harus dilihat sebagai momentum percepatan inovasi, keuangan, teknologi, penciptaan nilai, dan tata MINAT INVESTOR Dalam kesempatan yang sama, Senior Principal at Ontario Teachers' Pension Plan Stefano Santarelli menuturkan Indonesia sangat menarik bagi para investor sebagai tempat berinvestasi, terutama di sektor infrastruktur. Hal ini dikarenakan Indonesia mempunyai pertumbuhan ekonomi yang positif secara hanya itu, Indonesia juga ditargetkan menjadi negara nomor 5 dengan ekonomi terbesar di tahun 2050 karena memiliki tingkat inflasi yang terbilang stabil dan konsisten. Di sisi lain, Indonesia juga merupakan negara dengan peningkatan populasi usia muda dan urbanisasi yang Indonesia juga banyak membuat inisiatif terutama dalam meningkatkan dan menjaga kepercayaan para investor."Inilah yang membuat sektor infrastruktur di Indonesia sangat menarik bagi para calon investor," Direktur PT Margautama Nusantara Danni Hasan menuturkan investasi di sektor jalan tol Indonesia menjanjikan peluang yang sangat besar baik bagi para investor lokal maupun iklim investasi di Indonesia sangat baik diibandingan beberapa negara di ASEAN lainnya karena sudah memiliki kepastian aturan salah satunya terkait penentuan biaya tol. Di Indonesia, kenaikan tarif jalan tol akan disesuaikan setiap dua tahun sekali berdasarkan inflasi yang terjadi di lokasi jalan tol tersebut."Ini akan mempermudah para investor untuk mengetahui potensi keuntungan di masa depan,” menambahkan, regulasi di Indonesia sangat berbeda dengan regulasi di berbagai negara tetangga seperti Filipina, Malaysia dan Thailand. Sebagai contoh di Thailand, tarif tol yang baru dibangun akan diadakan penyesuaian setiap dua tahun hingga lima tahun sekali."Setelah usia tol ada memasuki 5 tahun, maka penyesuaian tarif baru akan dilakukan setiap 5 tahun sekali,” tutur teknologi jalan tol di Indonesia yang terintegrasi dan menerapkan transaksi non-tunai dalam operasional, juga menjadi daya tarik bagi lebih kompetitif dari segi regulasi, Indonesia juga dianugerahi oleh bonus demografi di mana 64 persen populasi masyarakat saat ini ada dalam kondisi hanya itu, meningkatnya urbanisasi akan membuat pengguna jalan tol di Indonesia akan semakin berkembang ke depannya.“Dengan kehadiran jalan tol Trans Jawa dan Trans Sumatera akan memudahakan hubungan antar satu daerah dengan daerah lain serta mempercepat urbanisasi,” sektor privat dalam berinvestasi pembangunan tol di Indonesia melihat volume kendaraan di wilayah tersebut dan keterhubungan dengan jalan tol lain terutama untuk menuju ke bandara dan pelabuhan."Salah satu faktor yang menarik investor dalam pembiayaan tol yakni proyek yang baik digabungkan dengan struktur yang lebih baik dan mitra menciptakan proyek yang dilakukan," ucap Transjawa Tollroad Regional Division Head Pratomo Bimawan Putra menuturkan sebagaimana dinyatakan dalam undang-undang jalan, tarif akan disesuaikan setiap 2 tahun berdasarkan lebih panjang inflasi daerah. Hal ini memberikan kepastian terkait kenaikan tarif."Dalam skema bisnis jalan tol, tidak ada jaminan apapun pihak terkait lalu lintas volume dan pendapatan tol," menuturkan terkait pembebasan lahan, sejak 2016 sepenuhnya menerapkan hukum tanah akuisisi dimana hal ini berdampak kemajuan pembebasan lahan meningkat. UU tersebut mengatur tentang perubahan harga dasar ke harga pasar dan kepastian proses dan jadwal waktu."Di bawah hukum yang sama, Pemerintah memiliki tanggung jawabuntuk melanjutkan dan membayar tanah izin jika infrastruktur proyek adalah bagian dari Proyek Strategis Nasional," memastikan proyek memiliki pengembalian yang memadai kemenarik investor, Pemerintah menawarkan beberapa paket skema. Misalnya, VGF ini untuk proyek dengan IRR rendah akan didukung sebagian dari APBN untuk konsesi jalan tol yang diberikan sekitar 35 hingga 50 tahun berbasis pada karakteristik masing-masing biaya investasi proyek dan lokasiDia menuturkan selama pandemi Covid 19, bisnis jalan tol memiliki tantangan tersendiri. Tantangan tersebut yakni penurunan pendapatan tol karena untuk pelaksanaan kebijakan PPKM Kepentingan perusahaan biaya meningkat lebih banyak ruas jalan tol adalah pengoperasianKeterlambatan pembebasan lahan proses karena keterbatasan alokasi APBN untuk tanah akuisisi, yang telah dialihkan untuk penanganan COVID-19"Penurunan produktivitas diproses konstruksi karena implementasi dari Protokol pencegahan Covid-19," katanya Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Editor Feni Freycinetia Fitriani Konten Premium Nikmati Konten Premium Untuk Informasi Yang Lebih Dalam JAKARTA, - Badan Pengatur Jalan Tol BPJT Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat PUPR terus berupaya memperhatikan risiko kecelakaan atau zero fatalities di jalan tol. Dengan demikian arus lalu lintas dari segala macam moda transportasi berjalan lancar dengan minim potensi risiko kecelakaan. Kepala BPJT Danang Parikesit memastikan akan terus melakukan sosialisasi keselamatan jalan tol bertajuk Selamat Sampai Tujuan Setuju.Baca juga Menilik Aspek Keamanan Tol Jombang-Mojokerto yang Merenggut Nyawa Vanessa Angel "Beberapa imbauan disampaikan kepada pengendara untuk mengurangi risiko kecelakaan di Jalan Tol maupun non tol," kata Danang dalam keterangnnya, Jumat 05/11/2021. Danang menegaskan, setiap jalan tol yang beroperasi telah melalui tahapan uji laik fungsi ULF dan sertifikasi laik operasi SLO. Tahapan terakhir setelah proses pembangunan ini untuk memastikan semua spesifikasi teknis persyaratan dan perlengkapan jalan yang ada di ruas jalan tol sesuai standar manajemen serta keselamatan lalu lintas. Salah satu faktor yang menjadi item pengecekan adalah skid resistance, baik perkerasan kaku beton maupun perkerasan flexible aspal dengan mengikuti Peraturan Menteri PUPR Nomor 16 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Minimal Jalan Tol. Danang menambahkan, penentuan pagar pembatas beton pada sisi jalan juga telah mempertimbangkan risiko fatalitas ketika terjadi kecelakaan. Beberapa jenis pagar pengaman memiliki kriteria defleksi atau lentur yang berbeda dan digunakan sesuai dengan peruntukannya. Baca juga Banyak Kecelakaan Fatal, Direktorat Keselamatan Transportasi Darat Diminta Aktif Lagi Penempatan concrete barrier atau beton pada umumnya ditempatkan pada lokasi-lokasi yang dianggap berbahaya. Seperti jembatan ataupun untuk median atau pemisah jalur yang jaraknya berdekatan sehingga dapat memperkecil risiko kendaraan menyeberang ke jalur berlawanan. "Hal ini juga menjaga agar kendaraan terhindar dari fatalitas kecelakaan dan tetap nyaman dalam berkendara," ujarnya. Danang menyampaikan, pedal rem pada kendaraan umumnya tidak bisa dihentikan secara mendadak dan seketika berhenti di lajur jalan tol. Sehingga, pengemudi wajib mengetahui aturan mengenai waktu dan jarak tertentu untuk bisa berhenti di lajur setiap area jalan tol juga sering diberikan imbauan mengenai Jaga Jarak Aman Kendaraan Anda’ agar ketika mobil menginjak rem secara mendadak masih terdapat ruang untuk mengurangi kecepatan sampai mobil bisa berhenti dengan aman dan menjaga jarak mobil di belakangnya juga. Baca juga Jadi Titik Lelah Tol Trans-Jawa, Cipali Sediakan 8 Rest Area, Ini Rinciannya Danang menuturkan, tujuan dibuatnya aturan kecepatan batas berkendara di jalan tol agar menjaga kendaraan tetap fokus dan mengetahui batas kecepatan maksimal saat mengendarai mobil. Tentunya untuk menjaga agar tidak terjadi kecelakaan, terutama di beberapa titik yang rawan kecelakaan. Seperti halnya aturan kecepatan berkendara, diatur pada Peraturan Pemerintah PP RI Nomor 79 Tahun 2013 tentang Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pada pasal 23 ayat 4. Batas kecepatan Kemudian diperkuat Peraturan Menteri Perhubungan PM Nomor 111 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penetapan Batas Kendaraan pada Pasal 3 ayat 4. Disebutkan bahwa batas kecepatan di jalan bebas hambatan minimal 60 kilometer hingga maksimal 100 kilometer per jam, sesuai dengan rambu lalu lintas yang terpasang. Untuk berkendara di tol dalam kota sendiri kecepatan minimal berkendara 60 kilometer per jam, maksimal berkendara yaitu 80 kilometer per jam. Kemudian untuk berkendara di tol luar kota yakni minimal 60 kilometer per jam, dan maksimal 100 kilometer per jam. Baca juga Contek Korsel jika Pemerintah Ingin Angka Kecelakaan Lalu Lintas Turun Dia mengimbau pengguna jalan tol berkendara sesuai aturan. Kemudian memastikan seluruh elemen kendaraan dalam kondisi prima. Selain memanjatkan doa, pengemudi baiknya juga berkendara dalam kondisi fit dan sehat. Apabila kelelahan atau mengantuk, baiknya segera menepi dan beristirahat. "Diusahakan untuk beristirahat sejenak di tempat istirahat ketika sedang lelah di perjalanan," imbuh Danang. Hal tersebut cukup penting, apalagi kini sedang musim hujan. Pengguna jalan tol harus tetap waspada dan berkonsentrasi saat berkendara. "Utamakan keselamatan, bukan kecepatan. Kita semua setuju untuk selamat sampai tujuan," pungkasnya. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

mengapa kita perlu mengetahui informasi tentang jalan tol